Pemanfaatan Limbah Kotoran Puyuh untuk Bahan Dasar Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif

  • Wahyu Utami Universitas Boyolali
  • Suhardi Suhardi Universitas Boyolali
  • Zakaria Husein Abdurrahman Universitas Boyolali

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh bahan penyusun briket dari kotoran puyuh dan limbah pertanian dengan tambahan perekat sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2019 di Laboraturium Balai Pelayanan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Boyolali, Laboraturium Universitas Diponegoro, dan di Laboraturium Universitas Boyolali. Materi yang digunakan adalah briket sebanyak 90 buah yang dibuat dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dalam penelitian ini terdapat 3 perlakuan, dengan bahan kotoran puyuh dan sekam dengan perbandingan 1:1, 2:1, dan 3:1. Parameter yang diteliti yaitu kadar air, kadar abu, lama bakar briket sampai menjadi abu, dan lama untuk mendidihkan 250 ml air. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 6 briket. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama nyala briket sampai menjadi abu dan lama untuk mendidihkan air tidak berpengaruh nyata sedangkan kadar abu dan kadar air berpengaruh nyata. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah perbandingan sekam dan kotoran puyuh menghasilkan briket terbaik pada perlakuan perbandingan kotoran puyuh : sekam sebesar 22,5 : 7,5 karena mempunyai kadar abu dan kadar terendah.

Author Biographies

Suhardi Suhardi, Universitas Boyolali

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan

Zakaria Husein Abdurrahman, Universitas Boyolali

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan

Published
2020-05-01
How to Cite
Utami, W., Suhardi, S., & Abdurrahman, Z. H. (2020). Pemanfaatan Limbah Kotoran Puyuh untuk Bahan Dasar Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif. Tropical Animal Science, 2(1), 23-26. https://doi.org/10.36596/tas.v2i1.133