ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK KAMBING PEDAGING RAKYAT DI DESA RENO BASUKI KECAMATAN RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Keywords:
BEP, Kelayakan usaha, Kambing Pedaging, R/C ratio, Peternak RakyatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak kambing pedaging rakyat di Desa Reno Basuki, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, dengan pendekatan deskriptif analitis melalui metode campuran (mixed methods). Aspek yang dianalisis meliputi manajemen pemeliharaan (breeding, feeding, kandang, dan kesehatan), kondisi sosial ekonomi peternak, serta aspek finansial melalui perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C) dan Break Even Point (BEP). Sebanyak 15 peternak dengan sistem semi-intensif menjadi responden, dengan populasi kambing antara 5–50 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak berada pada usia produktif (rerata 43,5 tahun), berpendidikan dasar hingga menengah, dan memiliki pengalaman beternak di bawah 10 tahun. Jenis kambing dominan adalah Kacang (57,41%), disusul Peranakan Etawa dan Boer. Sistem pemeliharaan menggunakan kandang kombinasi panggung dan koloni dengan pakan utama berupa hijauan, daun singkong, serta tambahan onggok. Rata-rata biaya pakan harian sebesar Rp32.500, sedangkan biaya kesehatan per periode Rp150.000. Breeding dilakukan melalui seleksi visual tanpa kawin suntik. Secara ekonomi, usaha ini layak dijalankan dengan nilai R/C sebesar 1,3 dan titik impas tercapai pada kepemilikan minimal 4 ekor kambing. Hasil ini menunjukkan bahwa usaha ternak kambing pedaging di lokasi penelitian memberikan prospek usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan bagi peternak rakyat




