Pengaruh Jenis Dan Dosis Biopestisida Untuk Pencegahan Penyakit Layu Pada Tanaman Sawi (Brassisca Juncea L) Dalam Media Tanam Polybag

Authors

  • Dian Piscesta Febriani Program Studi Agroteknologi, FPP, Universitas Boyolali
  • Etty Sri Hertini Program Studi Agroteknologi, FPP, Universitas Boyolali
  • Sigit Muryanto Program Studi Agroteknologi, FPP, Universitas Boyolali

DOI:

https://doi.org/10.36596/arj.v7i1.2028

Keywords:

Biopestisida, sawi, Limbah kulit daun bawang merah, Trichoderma, Layu Tanaman, Kimia

Abstract

Sawi (Brassisca Juncea L) merupakan tanaman sayur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat,selain itu sawi juga memiliki kandungan gizi untuk menunjang kebutuhan manusia.Sawi yang sangat mudah dibudidayakan seringkali juga mengalami penyakit seperti halnya layu tanaman,maka tidak jarang petani yang mengantisipasi atau menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi permasalahan tersebut.Akibat pengguaan pestisida kimia tersebut dapat mengakibatkan berbagai penyakit jangka panjang apabila dikonsumsi terus menerus oleh manusia.Salah satu alternative yang ditawarkan untuk meminimalisir penggunaan pestisida kimia kita bisa menggunakan bahan alami limbah kulit bawang merah sebagai biopestisida pengganti yang ramah dan lingkungan,juga dapat menggunakan bahan nabati lain seperti trichoderma.Trichoderma merupakan salah satu mikroba saprofit tanah yang berperan penting dalam pengendalian penyakit dan juga memacu laju pertumbuhan maupun hasil panen tanaman.Sedangkan limbah kulit daun bawang merah sendiri juga memiliki beberapa kandungan senyawa yang dapat mencegah layu tanaman,beberapa jenis hama seperti ulat dan memacu laju pertumbuhan hasil tanaman.Sebagai agen hayati atau biopestisida alami,trichoderma dan limbah kulit daun bawang merah mampu mendorong atau mengantisipasi penyakit tanaman sepert layu tanaman terutama pada tanaman sawi hijau.Oleh karena itu kita dapat mennjadikannya alternative untuk mengurangi penggunaan bahan kimia pada tanaman yang diharapkan tanaman di Indonesia terbebas dari residu kimia agar nantinya tercipta bahan pangan yang sehat,segar dan aman.Kedua bahan alami yang dipilih untuk dijadikan biopestisida tersebut mampu meminimalisir serangan pathogen pada tanaman sawi dan memberikan respon positif terhadap pertumbuhan tanaman sawi tersebut.

Downloads

Published

2026-05-29

Issue

Section

Articles