Analisis Potensi dan Tantangan Pengembangan Pepaya sebagai Produk Unggulan di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali
Dari Potensi Budidaya hingga Pemasaran: Dimana Kita Berdiri Sekarang?
DOI:
https://doi.org/10.36596/arj.v7i1.1890Keywords:
Pepaya MJ9, Agribisnis hortikultura, Potensi wilayah, Tantangan Budidaya, MojosongoAbstract
Kecamatan Mojosongo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas hortikultura, khususnya pepaya varietas MJ 9. Varietas ini memiliki produktivitas tinggi dan kualitas unggul, sehingga menjadi komoditas andalan daerah. Namun, pengembangannya menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sarana produksi, serangan hama dan penyakit, serta fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi dan tantangan dalam pengembangan pepaya serta motivasi petani di wilayah tersebut. Dengan pendekatan studi kasus di BPP Mojosongo, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil menunjukkan bahwa varietas MJ 9 memiliki peluang besar dikembangkan secara agribisnis, terutama dengan dukungan pasar yang strategis dan kelembagaan petani yang kuat. Implementasi strategi budidaya berkelanjutan dan pemberdayaan petani menjadi kunci dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani pepaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AGROTECH Research Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

